googlee1ba404c69acd72d.html AMALAN AMPUH DAN DOA-DOA: MACAM-MACAM SHALAT SUNAH
PPC Iklan Blogger Indonesia

MACAM-MACAM SHALAT SUNAH

Thursday, May 30, 2013

MACAM-MACAM SHALAT SUNAH 

  1.Shalat Rawatib
  2,Shalat Sunah Wudhu
  3.Shalat Dhuha
  4.Shalat Tahiyyatul Masjid
  5.Shalat Tahajjud
  6.Shalat Istikharah
  7.Shalat Sunah Muthlaq
  8.Shalat Sunah Awwabin
  9.Shalat Sunah Tasbih
10.Shalat Sunah Taubah
11.Shalat Sunah hajat
12.Shalat Tarawih 
13.Shalat Witir
14.shalat 'Id ( hari raya )
15.Shalat Dua Gerhana
16.Shalat Istisqa'

 Shalat sunah diatas adalah shalat sunah yang sering kita dengar dan lazim dilakukan oleh orang muslim,agar lebih jelas maka saya akan menerangkan satu persatu tentang shalat sunah diatas,tak perlu berlama-lama silahkan disimak baik-baik ya,,,
1.SHALAT RAWATIB
Ialah shalat sunah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardhu,shalat sunah baik dilakukan karena bisa menyempurnakan kekurangan ibadah shalat kita



Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu, “Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.

Shalat sunah terbagi menjadi dua yakni :

A.Shalat sunah rawatib
Sholat sunnah rawatib: ialah sholat sunnah yang dilakukan sebelum dan sesudah shalat fardhu (shalat lima waktu).


B. Shalat sunah bukan rawatib
Sholat sunnah bukan rawatib: ialah sholat sunah yang mempunyai waktu-waktu tersendiri, sebab-sebab tersendiri dan tidak ada hubungannya dengan sholat fardhu (shalatlimawaktu).

SHALAT SUNAH RAWATIB BIBAGI MENJADI DUA BAGIAN

1. Shalat sunah rawatib mu’akkadah
Muakkadah: yaitu shalat sunah yang sangat kuat,shalat sunah yang selalu dilakukan oleh Nabi saw. Sholat ini jumlahnya ada 10 raka’at
•    Dua raka’at sebelum shalat Dhuhur,niatnya :

     Ushalli sunnatazh-zhuhri rak'ataini qabliyaatal lillaahita'aalaa.Allaahu akbar,
•    Dua raka’at setelah shalat Dhuhur,niatnya ;

     Ushallii sunnatazh-s-zhuhri rak'ataini da'diyyatal lillaahita'aalaa,Allaahu akbar,
•    Dua raka’at setelah shalat Maghrib,niatnya :

     Ushalli sunnatal-maghribi rak'ataini ba;diyyatal lillaahita'aalaa,Allaahu akbar.
•    Dua raka’at setelah shalat Isya’,niatnya :

      Ushalli sunnatal 'isyaa'i rak'ataini da'diyyatal lillaahita'aalaa,Allaahu akbar.
•    Dua raka’at sebelum shalat shubuh,niatnya :

      Ushalli sunnatash-shubhi rak'ataini qabliyyatal lillahita'aalaa,Allaahu akbar

2. Shalat sunah rawatib bukan mu’akkadah
Bukan Mu’akkadah: yaitu shalat sunnah yang kadang kadang ditinggalkan atau tidak dilakukan oleh Nabi saw. Shalat ini jumlahnya ada 12 raka’at,  yaitu:
•    Dua raka’at sebelum sholat dzuhur,niatnya ;

     Ushalli sunnatazh-zhuhri rak'ataini qabliyaatal lillaahita'aalaa.Allaahu akbar,                        •    Dua raka’atsesudah shalat dzuhur,niatnya :
      Ushallii sunnatazh-s-zhuhri rak'ataini da'diyyatal lillaahita'aalaa,Allaahu akbar,                     •    Empat raka’at sebelum sholat Ashar, niatnya :
     Ushalli sunnatai-'ashri rak'ataini qabliyyatal lillaahita aalaa,Allaahu akbar.
•    Dua raka’at sebelum sholat Maghrib,niatnya :

     Ushalli sunnatal maghribi-rak'ataini qabliyyatal lillaahita'aalaa,Allaahu akbar.
•    Dua raka’at sebelum sholat Isya’,niatnya :

     Ushalli sunnatal -'isyaa'i rak'ataini qabliyyatal lillaahita'aalaa Allaahu akbar,

2.SHALAT SUNAH WUDHU 
 
 
Setiap kali seseorang selesai berwudhu,disunahkan mengerjakan shalat sunah wudhu dua raka'at,dan cara mengerjakannya yaitu :

 a,Sehabis wudhu disunahkan membaca doa setelah berwudhu.
 b,Setelah selesai membaca doa lalu melaksanakan shalat sunah wudhu dua raka'at,dengan lafad niatnya ;
   Ushalli sunnatal-wudhuu'i rak'ataini lillaahita'aalaa,Allaahu akbar. 
Shalat ini dikerjakan dua raka'at sebagaimana shalat yang lain dengan ikhlas sampai salam.


3.SHALAT DHUHA

   Shalat dhuha ialah shalat sunah yang dilakukan pada waktu matahati sedang naik,sekurang-kurangnya shalat dhuha ini dua raka'at,boleh juga empat raka'at,bahkan bisa juga delapan raka'at,waktu shalat dhuha ini kira-kira matahari sedang naik setinggi 7 hasta( pukul 7 sampai waktu masuk zhuhur )
 Bacaan surat dalam shalat dhuha pada raka'at pertama ialah surah asy-syamsu dan pada raka'at kedua surah adh-dhuha.
lafad niatnya sebagai berikut :
  Ushalli sunatadh-dhuhaa rak'ataini lillaahita'aalaa,Allaahu akbar. 
Doa yang dibaca setelah shalat dhuha : 

 Artinya : 
" Ya Allah,bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu,kiecantikan ialah kecantikan-Mu,keindahan itu keindahan-Mu,kekuatan itu kekuatan-Mu,kekuasaan itu kekuasaan-Mu,dan perlindungan itu perlindungan-Mu,Ya Allah jika rezekiku masih diatas langit,turunkanlah dan jika ada di dalam bumi,keluarkanlah,jika sukar mudahkanlah,jika haram sucikanlah,jika jauh dekatkanlah,berkat waktu dhuha,keagungan,keindahan,kekuatan dan kekuasaan-Mu,limpahkanlah kepada kami segala yang tekah engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh.

4.SHALAT TAHIYYATUL-MASJID 

Shalat tahiyyatul masjid ialah shalat yang dikerjakan oleh jama'ah yang sedang masuk kemasjid,baik pafa hari jum'at maupun lainnya,diwaktu malam maupun siang. 
   Jika kita masuk kemasjid hendaknya sebelum duduk kita mengerjakan shalat sunah dua raka'at,shalat ini disebut shalat tahiyyatul masjid.
lafad niatnya sebagai berikut :
 Ushalli sunnata tahiyyatal-masjidi rak'ataini lillaahita aalaa,Allaahu akbar.

5.SHALAT TAHAJJUD 


Arti tahajud (al hujud) itu sendiri secara lughawi adalah tidur. Sedangkan makna istilah salat tahajud adalah salat sunnat yang dikerjakan setelah terlebih dahulu tidur malam. Berbeda dengan salat istikharah dan salat hajat yang bahan komunikasinya dengan Allah sudah definitif, salat tahajud dilakukan bukan karena keinginan yang sudah terkonsep, tetapi salat yang fungsinya benar-benar sebagai media pendekatan diri kepada Allah, taqarrub ilallah. Salat tahajud merupakan saat dimana seorang hamba ingin melepas kerinduannya, kepasrahannya dan kemesraannya dengan Tuhan sang Khaliq.
Salat tahajud merupakan forum “berduaan” antara dua orang kekasih, seorang mukmin yang rindu, dengan Allah (Yang Maha Pengasih). Oleh karena itu, etikanya, salat tahajud dilakukan ketika orang lain sedang tertidur nyenyak dan tidak dilakukan secara berjamaah, agar suasana berduaan itu tidak terganggu.
Dalam salat tahajud itulah seorang kekasih bisa menangis, tertawa, mengadu dan memadu cintanya. Salat tahajud benar-benar merupakan nilai plus (nafilah) dari kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Jika salat lain ditentukan jumlah rakaatnya, maka salat tahajud boleh dilakukan sebanyak kebutuhan orang yang melakukannya, diserahkan kepada orang yang sedang memadu cintanya, seberapa lama ia terpuasi kerinduannya berjumpa dengan sang kekasih.
Salat tahajud boleh dua rakaat, 20 rakaat atau seratus rakaat, bergantung tingkat kemesraannya (al inbisath wa al ‘uns). Dalam salat tahajud itulah seorang mukmin bisa mengelana jauh menembus batas ufuk dunia ke alam ruhiah yang tak terbatas, yakni apa yang dikatakan sebagai mikrajnya orang mukmin.
NIAT SHALAT TAHAJJUD
 Ushalli sunnatat-tahajjudi rak'ataini lillahita'aalaa Allaahu akbar.
WAKTU MELAKSANAKAN SHALAT TAHAJUD
Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan dengan Allah SWT.
Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.
(QS : Al-Isro’ : 79)
Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.
Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”
(HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad SAW :
Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.
( HR. Muslim )

Bersabda Rosulullah SAW :
Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.
( HR Muslim )

Nabi SAW bersabda lagi :
Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.
( HR Bukhari dan Muslim )

Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )
Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir.
Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “Di waktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?” Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.”
Rosulullah SAW bersabda :
Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.
(HR Ahmad)

Jumlah Raka’at Shalat Tahajud
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam.
Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :
Shalat malam itu, dua-dua.
( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )

Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1. 2 (dua) raka’at shalat Iftitah.
2. 8 (delapan) raka’at shalat Tahajud.
3. 3 (tiga) raka’at shalat witir.
Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.
Rasulullah SAW bersabda :
Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya disiram air.
(HR Abu Daud)
Bersabda Nabi SAW :
Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.
(HR Abu Daud)


KEUTAMAAN SHALAT TAHAJUD
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda :
Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.

Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.
Sedangkan sumber lain mengatakan shalat malam ini pun mempunyai keutamaan yang lain. Bahkan inilah yang lebih penting.
1. Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji, dalilnya adalah “Dan pada sebagian malam hari bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(Al Israa : 79).
2. Shalat malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapuskan dosa, dalilnya adalah “Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452). [2]
3.Kemuliaan orang beriman ada pada shalat malam Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain.? (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831). [3]
Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi pernah bersabda:
Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit.
(HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758). [4]
4. ingin tampil cantik? Kecantikan merupakan merupakah satu hal yang sangat diinginkan oleh para wanita. Mereka para kaum Hawa itu banyak yang telah mencoba berbagai kiat.
Berkata Imam Ibnul Qayyim, Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya Ada sebagian istri yang memperbanyak pelaksanaan shalat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, Shalat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami menjadi lebih bagus.Demikian yang dituliskan oleh Mahmud Mahdi Al-Istanbuli di bukunya Kado Perkawinan halaman 312 ketika mengutip perkataan Ibnul Qayyim di buku Raudha Ath-Thalibin. [1]

6.SHALAT ISTIKHARAH

Shalat Istikharah adalah shalat meminta petunjuk kepada Allah SWT karena kelemahan kita dalam memilih sesuatu yang bimbang dengan pilihan yang terbaik menurut Allah. Dengan shalat Istikharah ini, Allah akan memberikan petunjuk melalui berbagai cara sesuai dengan kehendaknya, meskipun ada beberapa cara untuk melakukan shalat Istikharah ini, yang diantaranya:
Niat shalat istikhara yaitu :
Ushalli sunnatal-istikhaarahti rak'ataini lillaahita'aalaa,Allaahu akbar.
Isitkharah dengan Al-Qur'an cara 1
>Shalat dua rokaat dengan niat mengistikharai ..... (diisi dengan masalah yang dihadapi)
>Rakaat pertama membaca Surat Al-Kafirun
>Rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas
>Setelah salam kaki jangan diubah dahulu, tetap pada posisi Tahiyat Akhir, lalu membaca:
>Istigfar 10x
>Al-Fatihah kepada Rasulullah SAW
>Membaca Sholawat 10x
>Membuka Al-Qur'an diposisi tengah secara acak (dikira-kira), melihat ayat yang berada pada garis     paling tengah halaman kanan.
hal-hal yang perlu diperhatikan:
Al-Qur'an yang diperuntukkan untuk Istikharah ini adalah Al-Qur'an yang mempunyai 15 baris, jika Anda tidak mengerti maknanya silakan melihat pada Al-Qur'an terjemahan. Contoh jika pilihan Anda baik  adalah ketika Anda mendapat ayat-ayat baik, misal: surga, pahala, kedudukan yang terhormat, dsb. Sedangkan jika pilihan Anda kurang baik, ketika Anda mendapat ayat-ayat yang kurang baik, misalnya: perceraian, peperangan, neraka, dsb.

Istikharah dengan Al-Qur'an cara 2
>Shalat Istikharah dua rakaat.
>Rakaat pertama membaca Surat Al-Kafirun
>Rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas
>Setelah salam kaki jangan diubah dahulu, tetap pada possisi Tahiyat Akhir, lalu membaca:
>Istigfar 10x
>Alfatihah kepada Rasulullah SAW 10x
>Membaca Sholawat 10x
>Membuka Al-Qur'an secara acak mencari huruf ش dan خ pada kedua halaman itu. (kanan dan kiri).
>ش pertanda pilihan itu kurang baik
>خ pertanda pilihan itu baik, maksudnya jika huruf خ lebih banyak daripada ش maka menunjukkan bahwa pilihan itu baik, dan sebaliknya.

Istikharah dengan cara ketiga

>Shalat Istikharah dua rakaat.
>Rakaat pertama membaca Surat Al-Kafirun
>Rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas
>Setelah salam kaki jangan diubah dahulu, tetap pada possisi Tahiyat Akhir, lalu membaca:
>Istigfar 10x
>Alfatihah kepada Rasulullah SAW 10x
>Membaca Sholawat 10x
>Setelah salam, langsung berubah duduk terserah, tetapi dengan tidak merubah tempat, kemudian membaca Surat Yasin sampi selesai, ketika sampai pada kata-kata مبين (artinya jelas) diulang hingga 100x, ntar biasanya Anda akan seperti ada yang bilang pilihan ini itu...., atau bisa juga Anda kelihatan sesuatu, atau bisa juga firasat yang kuat terhadap salah satu pilihan Anda.
Anda akan kelihatan sesuatu itu kadang-kadang Anda akan melihat ular berarti pertanda buruk, Anda melihat sinar yang menawan berarti pertanda baik.

Tata cara melakukan Shalat Istikharah ini:
>Shalat wajib Anda harus lengkap dan Usahakan Anda mempunyai istiqomah yang baik, meminimalisir maksiat Anda, karena hal ini bisa menajamkan firasat Anda.
>Misal Anda mempunyai 2 perkara yang membimbangkan Anda, harus di sholat Istikhrah satu persatu, dan bandingkan mana yang baik dan mana yang buruk sesuai dengan cara-cara di atas silahkan And pilih yang mana.

7.SHALAT SUNAH MUTHLAQ

Shalat mutlak adalah shalat sunnah yang boleh dikerjakan pada waktu kapan saja, kecuali pada waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat sunah dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas. Niat shalat mutlak tidak terikat dengan niat tertentu selain ikhlas hanya karena ibadah kepada Allah SWT. Shalat sunah mutlak dikerjakan tiap-tiap dua raka’at dengan satu kali salam.
Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat sunah adalah:
1. Waktu matahari sedang terbit hingga naik setombak/lembing.
2. Ketika matahari berada tepat di puncak ketinggiannya hingga tergelincirnya, kecuali pada hari Jumat ketika orang masuk masjid untuk mengerjakan shalat tahiyyatul-masjid.
3. Sesudah shalat asar sampai terbenam matahari.
4. Sesudah shalat subuh hingga terbit matahari agak tinggi.
5. Ketika matahari sedang terbenam sampai sempurna terbenamnya.
Lafadz niatnya bisa seperti berikut ini :
Ushallii sunnatar rak'ataini lillaahita'aalaa,Allaahu akbar

“Aku niat shalat sunah 2 rakaat karena Allah SWT”

8.SHALAT SUNAH AWWABIN


Salat Awwabin adalah  Awwabin sendiri berasal dari bahasa arab yang berarti (orang yang sering bertaubat). Ada perbedaan pendapat mengenai salat ini dikalangan para ulama. Ada yang mengatakan bahwa salat awwabin dilakukan antara waktu maghrib dan isya, sementara yang lain mengatakan salat awwabin adalah nama lain dari salat dhuha.
Hadits terkait
  • “Salatnya orang-orang awwabin (yang sering bertaubat kepada Allah) adalah ketika anak unta merasa kepanasan” (HR. Muslim : 848)
  • “Tidak ada yang menjaga salat dhuha kecuali orang awwab (sering bertaubat). Rasulullah bersabda: “Itu adalah salatnya orang-orang yang sering bertaubat” (HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya: 1224, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 1/313 Ath Thabarani dalam Al-Ausath: 4322. Disahihkan Al Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi. Dan dihasankan Al-Albani dalam silsilah Ash-Shahihah no. 707).                                                                                                        LAFAD NIATNYA IALAH :                                                                                                         "   Ushalli rak'ataini shalaatal-awwaabiina sunnatal lillaahita,aalaa,Allahu akbar  "      8.SHALAT  SUNAH TASBIH                                                                                                                                                                                                                                                               Shalat sunat tasbih adalah shalat sunat yang di
    dalamnya dibacakan kalimat tasbih sebanyakk 300
    kali.
    Niat shalat tasbih:“Ushallii sunnat tasbihi rak’ataini lillaahi ta’aalaa”
    Artinya: “Aku niat shalat sunat tasbih dua rakaat, karena Allah.”
    Tata Cara Shalat Tasbih Shalat tasbih dilakukan 4raka’at (jika dikerjakan siang maka 4 raka’at dengan sekali salam, jika malam 4 raka’at dengan dua salam ) sebagaimana shalat biasa dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat berikut: NO Waktu Jml. Tasbih
    1. Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat
    pendek saat berdiri 15 kali
    2. Setelah tasbih ruku’ (Subhana rabiyyal adzim…) 10 Kali
    3. Setelah I’tidal 10 Kali
    4. Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal
    a’la…) 10 Kali
    5. Setelah duduk diantara dua sujud 10 Kali
    6. Setelah tasbih sujud kedua 10 Kali
    7. Setelah duduk istirahat sebelum berdiri (atau
    sebelum salam tergantung pada raka’at keberapa) 10 Kali Jumlah total satu raka’at 75 Jumlah total empat raka’at 4 X 75 = 300 kali                                                                                                                                                                                                                                                               9.SHALAT SUNAH TAUBAH                                                                                                                                                                                                                                                                 Shalat Taubat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim jika ingin bertaubat terhadap kesalahan yang pernah ia lakukan. Shalat taubat dilaksanakan dua raka’at dengan waktu yang bebas kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat.
    Rasulullah SAW bersabda:
    “Tidaklah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bangun(bangkit) dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya”.
    Kemudian beliau membaca ayat :
    “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah
    – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali-Imran: 135) Tata Cara Shalat Taubat Jumlah rakaatnya 2, 4 sampai 6 rakaat.
    Niat shalat taubat:
    “Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
    Artinya:
    “Aku niat shalat sunat taubat dua rakaat
    karena Allah.”
    Doanya:
    “Astagfirullahal azhiim al ladzi laa ilaaha illaa huwal
    hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin
    zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa
    naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa
    nusyuuraa.”
    Artinya: Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat mudharat ataupun manfaat, untuk mati atau hidup maupun
    bangkit nanti.
                                                                                                                                                         10.SAHALAT SUNAH HAJAT                                                                                                                                                                                                                                                               Shalat Hajat adalah shalat sunnat yang dilakukan
    seorang muslim ia memiliki hajat tertentu dan ia
    ingin hajat tersebut dikabulkan oleh AllahSWT. Shalat dilakukan minimal 2 raka’at dan maksimal 12 raka’at dengan salam setiap 2 rakaat. Shalat ini dapat dilakukan kapan saja asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan shalat (lihat pada shalat sunnat). a. Niat shalat hajat “ Ushallii sunnatal haajati rak’aataini lillaahi ta’aala.”
    Artinya: “Aku berniat shalat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
    b. Doa Shalat Hajat Setelah selesai shalat hajat, lalu membaca istigfar. Dalam kitab Tajul Jamil lil ushul, dianjurkan setelah shalat hajat membaca istigfar 100x, seperti kalimat
    istigfar yang biasa atau sebagai berikut:
    “Astagfirullaha rabbi min kulli dzanbin wa atuubu ilaiih.”
    Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Tuhanku, dari dosa-dosa, dan aku bertaubat kepada-Mu”
    c. Selesai membaca istigfar lalu membaca shalawat
    nabi 100x, yakni:
    “Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin
    shalaatarridhaa wardha ‘an ashaabihir ridhar
    ridhaa.”
    Artinya: “Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas jungjunan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridhai, dan diridailah daripada sahabat-sahabat sekalian.”
    “Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil‘aalamiin.
    As `aluka muujibaari rohmatika wa‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada’ lii
    dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa
    qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.”
    Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.” Setelah itu, mohonlah kepada Allah apa yang kita
    inginkan, insya Allah, Allah mengabulkannya. Amin.
    d. Keutamaan Shalat Hajat Sabda Rasulullah: “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR Ahmad) Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy,
    dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku
    yang telah mati ini.
    ” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR
    Baiha)
                                                                                                                                                 11.SHALAT TARAWIH                                                                                                                                                                                                                                                                            shalat sunnah sesudah shalat Isya, pada bulan Ramadhan.
    Menegenai bilangan rakaatnya disebutkan dalam hadis :
    “Yang dikerjakan oleh Rasulullah saw, baik pada
    bulan ramadhan/lainnya tidak lebih dari
    11rakaat” (H.R.Bukhari).
    Dari Jabir :” Sesungguhnya Nabi saw telah shalat bersama mereka 8rakaat, lalu beliau shalat witir.” (H.R.IbnuHiban)
    Niat shalat tarawih :
    Ushalli sunnatan Taraawiihi rak’ataini (Imamam/
    makmuman) lillahi ta’aallaa

    artinya : “Aku niat shalat sunat tarawih 2rakaat (imamam/makmum) karena Allah”                                                                                                                                                                                        12.SHALAT WITIR                                                                                                                                                                                                                                                                                       Witir artinya ganjil. Dinamakan Solat Witir, kerana
    bilangan rakaatnya yang selalu ganjil; yaitu boleh 1
    rakaat, 3, 5, 7, 9 atau 11 rakaat. Boleh dikerjakan dua-
    dua, terakhir 3 rakaat 1 tahiyyat 1 salam.
    Cara mengerjakan shalat witir sama dengan cara
    mengerjakan shalat fardhu. Perbedaannya hanya pada niat. Shalat witir, jika lebih dari 1 rakaat (3, 5, 7, 9, dan 11), sebaiknya dikerjakan 2 rakaat 2 rakaat (setiap 2 rakaat satu kali salam). Sedangkan yang terakhir boleh 3 rakaat satu kali salam, boleh pula 1 rakaat.                                                 Adapun niat shalat witir adalah: Jika 1 rakaat:
    USHALLIISUNNATAL WITRI RAK’ATAN LILLAAHI
    TA’AALAA.

    Artinya: (di dalam hati pada saat takbiratul ihram!)
    “Aku (niat) shalat sunat witir 1 rakaat, karena Allah Ta’ala.
    Jika 3 rakaat:
    USHALLI SUNNATAL WITRI TSALAATSA RAKA’AATIN LILLAAHI TA’AALAA,

    Artinya:
    “Aku (niat), shalat sunat witir 3 rakaat, karena Allah Ta’ala.”
    Bila berjamaah (khusus pada malam bulan Ramadhan sebelum kata “LILLAAHI TA’AALAA” ditambah dengan kata “MA’MUUMAN” (mengikut imam).Jika menjadi makmum,
    atau kata “IMAAMAN” (menjadi imam), jika bertindak sebagai imam.
                                                                                                                                                           13,SHALAT ID (hari raya )                                                                                                                                                                                                                                                                          shalat Idul Fitri pada 1 Syawal & Idul Adha pd 10 Dzulhijah. Hukumnya sunnah Mu akad(dianjurkan).
    “Sesungguhnya kami telah memberi engkau (yaa
    Muhammad) akan kebajikan yang banyak, sebab itu shalatlah engkau&berqurbanlah karena Tuhanmu pada Idul Adha (Q.S.AlKautsar.1-2)
    Dari Ibnu Umar: “Rasulullah, Abu Bakar, Umar pernah melakukan shalat pd 2hari raya sebelum berkhutbah.”(H.R.Jama’ah).
    Niat Shalat Idul Fitri :
    Ushalli sunnatal li, iidil fitri rak’ataini (imamam/
    makmumam) lillahi Taa’laa
    artinya :
    “Aku niat shalat idul fitri dua rakaat (imam/makmum)
    karena Allah” Niat Shalat Idul Adha :
    Ushalli sunnatal li’iidil Adha rak’ataini
    (imamam.makmumam) lillahita’aalaa
    artinya :
    “Aku niat shalat idul adha dua rakaat (imam/makmum)karena Allah”
    Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari.
    Syarat, rukun&sunnatnya sama seperti shalat yang lainnya.
    Hanya ditambah beberspa sunnat
    sebagai berikut:
    a. Berjamaah
    b. Takbir 7kali pada rakaat pertama & 5kali pada rakata ke2
    c. Mengangkat tangan setinggi bahu pada tiap takbir.
    d. Setelah takbir yang ke2 sampai takbir yang terakhir baca tasbih.
    e. Membaca surat Qaf di rakaat pertama&surat Al
    Ghasiyah pada rakaat kedua.
    f. Imam menyaringkan bacaannya
    g. Khutbah 2kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum’at
    h. Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah & pada Idul Adha tentang hukum-hukum Qurban.
    i. Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
    j. Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri, pada Shalat Idul Adha sebaliknya.
                                                                                                                                                              14.DUA GERHANA                                                                                                                                                                                                                                                                                adalah salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam atau disebut sunnah muakadah menurut kesepakatan para ulama berdasarkan dalil As Sunnah yang tsabit dari Rasulullah. Hal ini dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengagungkan-Nya.
    Dalam gerhana terdapat peringatan bagi manusia dan ancaman bagi mereka agar kembali kepada Allah dan selalu merasa diawasi oleh-Nya. Gerhana adalah satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah untuk menakut-nakuti para hamba-Nya.  Allah berfirman ,                
    وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا (٥٩)
    “Dan kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti” (QS. Al Israa:59)
    ”Apabila kalian melihat sedikit dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT tersebut (gerhana matahari dan gerhana bulan), maka segeralah berzikir, berdo’a kepada-Nya, dan memohon ampunan-Nya.” (HR. Bukhari, dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ’anhu).
    “Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” ” (QS Al-Ghafir [40]: 60).
    Maka Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, keduanya tidak terkena gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang, jika kalian melihat yang demikian itu, maka bersegeralah untuk ingat kepada Allah dang mengerjakan Sholat” “.[HR. AL Bukhari ( Nomer 1041, 1057, 3204) dan HR.Muslim (Nomer 911)].
    Allah Subhanahu Wata’ala memberlakukan pada dua tanda kekuasaan-Nya yang besar ini (matahari dan bulan) kusuf dan khusuf (gerhana); agar para hamba mengambil pelajaran dan tahu bahwa keduanya adalah makhluk yang terkena kekurangan dan perubahan sebagaimana makhluk-makhluk lainnya; untuk menunjukkan kepada hamba-Nya dengan peritiwa itu atas kekuasaan-Nya yang sempurna dan hanya Dialah yang berhak untuk diibadahi sebagaimana firman Allah,
    “Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) bersujud kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah” (QS. Fushilat:37)
    Waktu shalat gerhana: dari mulai terjadinya gerhana sampai hilang berdasar sabda beliau Sholallahu ‘Alaihi Wasallam , “Apabila kalian melihat (artinya: sesuatu dari peristiwa tersebut), maka shalatlah”. (Mutafaqqun ‘Alaih) [Muttafaq ‘Alaih dari hadits Mughirah: Al Bukhari (1043) [2/679] Al Kusuf 1, ini adalah lafadznya; dan Muslim (2119) [3/457] Al Kusuf 5]
                                                                                                                                                           15.SHALAT ISTISQA                                                                                                                                                                                                                                                                                shalat sunat yang dikerjakan untuk memohon hujankepada Allah SWT.
    Niatnya :
    Ushalli sunnatal Istisqaa-i rak’ataini (imamam/
    makmumam) lillahita’aalaa

    artinya : “Aku niat shalat istisqaa 2rakaat (imam/makmum)karena Allah”
    Syarat-syarat mengerjakana Shalat Istisqa :
    a). 3hari sebelumnya agar ulama memerintahkan umatnya bertaobat dengan berpusa&meninggalkan segala kedzaliman serta menganjurkan beramal shaleh. Sebab menumpuknya dosa itu mengakibatkan
    hilangnya rejeki&datangnya murka Allah.
    “Apabila kami hendak membinasakan suatu negeri, maka lebih dulu kami perbanyak orang-orang yang fasik,sebab kefasikannyalah mereka disiksa, lalu kamirobohkan (hancurkan) negeri mereka sehancur-hancurnya” (Q.S.Al Isra:16).
    b). Pada hari ke4 semua penduduk termasuk yang lemah dianjurkan pergi kelapangan degan pakaian sederana&tanpa wangi-wangian untuk shalat Istisqa’
    c). Usai shalat diadakan khutbah 2kali. Pada khutbah pertama hendaknya baca istigfar 9x dan pada khutbah kedua 7x. Pelaksanaan khutbah istisqa berbeda dengan khutbah lainnya, yaitu :
    a. Khatib disunatkan memakai selendang.
    b. Isi khutbah menganjurkan banyak
    beristigfar,berkeyakinan bahwa Allah SWT akan
    mengabulkan permintaan mereka.
    c. Saat berdo’a hendaknya mengangkat tangan
    setinggi-tingginya.
    d. Saat berdo’a pada khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi makmumnya. niat shalat sesuai dengan sholat mana yang akan kita kerjakan.
    Inilah, macam-macam shalat sunnah yang dapat saya sampaikan, semoga kita semua selalu istiqomah menjalankan shalat sunnah. Insya Allah!                                                                                                                                                                                                                                                      

0 comments

Followers